Wednesday, April 8, 2015

Pahlawan Tanpa Jasa itu Dipanggil Petugas Kebersihan

Selamat pagi.  Sudah Jumat lagi saja ternyata. Cuaca juga lumayan cerah hari ini. Berarti bisa kering dong cucian ibu-ibu (dan cucianku juga ;p). apakah perubahan cuaca pagi ini berimbas pada arus lalu lintas juga? Entahlah, tapi yang jelas perjalanan Condet – Simatupang lancar jaya sekali. Di dalam bus 509 yang membawa saya ke tempat pengabdian, mata saya seperti automatically mencari sosok paruh baya ber-vest oranye  yang selalu ada dipinggir jalan membawa sapu panjang, pandangannya selalu menatap ke bawah, seolah tak ingin melewatkan sesuatu di bawah sana. Setiap saya melewati Simatupang, si bapak selalu ada di sana. Berada di sepanjang fly over. Mungkin kehadirannya untuk sebagian orang seperti tak kasat mata, namun mata saya selalu menangkap sosok itu.


Penyapu Jalanan di Jakarta



Petugas kebersihan, baik itu penyapu pinggir jalan, penyapu taman kota, dan penarik sampah setiap rumah adalah orang-orang yang paling berjasa dan paling memberikan kontribusi besar bagi kebersihan. Namun banyak orang yang tidak sadar akan pentingnya kehadiran orang-orang ini. Pernah saya menguping pembicaraan beberapa orang ibu di tukang sayur yang mengeluh naiknya iuran sampah yang diminta tukang sampah di daerah rumah saya. Kurang lebih begini percakapan mereka:

A: “Masa narikin sampah dua kali sehari aja minta naik jadi 30 ribu, mahal amat”. 
B: “Emang, kok si bapak jadi mahal sih bayarannya”

Saya lirik belanjaannya, ada ayam, daging, udang, dan bandeng presto..

Memang besar kecilnya sesuatu yang melibatkan nominal uang itu relative ya. Tetapi dalam kasus ini, para ibu yang komplen itu termasuk dalam keluarga yang berkecukupan, wong tetangga saya ko, jadi saya tahulah. (ngga nyambung ya :D). Yang jelas orang-orang punya mobil pribadi dan yang mampu main dan belanja ke mall saban weekend sih buat saya termasuk kategori orang berada ya. Jadi kalau naik dari 25 ribu menjadi 30 ribu dipermasalahkan sih kayanya absurd aja. Mungkin buat ibu-ibu ini 25 ribu itu hanya untuk sekali belanja di tukang sayur, tetapi buat penarik sampah, itu penghasilan satu bulan. Makanya, merki banget nih orang dalam hati saya. Saya yakin para ibu complainer yang saya ceritakan di atas adalah sample dari apa yang terjadi di masyarakat kita. Banyak dari masyarakat yang mau lingkungan rumahnya bersih tetapi tidak mau membayar dengan harga layak untuk kebersihan itu.

Bapak Penarik Sampah


Tidak banyak memang orang yang mau menjadi petugas kebersihan. Salah satu faktor utamanya adalah minimnya upah yang diterima dan tidak adanya fasilitas kesehatan untuk mereka. Sungguh sangat berbanding terbalik dengan para petugas kebersihan di Negara-negara maju seperti di Amerika atau Inggris di mana pekerja kasar seperti itu diganjar dengan bayaran yang cukup mahal. Saya pernah menonton film documenter produksi BBC yang berjudul The Toughest Place to be  Binman. Ternyata seting film documenter tersebut itu di Jakarta! Dan the toughest place yang di maksud itu adalah ibukota kita tercinta! Duh, malunya. Sampai londo dari Eropa pun tahu mencari pembanding tempat tersulit sebagai tukang sampah ke Indonesia. Sayangnya, video dokumenter ini sudah dihapus dari Youtube karena masalah perizinan dari BBC. Tapi teman-teman bisa menontonnya langsung dari BBC.com. Trailernya bisa dilihat di sini


Wilbur Ramirez and Imam, dua tokoh utama di film dokumenter BBC


Wilbur, bin man dari London, menarik gerobak sampah


Sebenarnya akan banyak orang yang mau menjadi petugas kebersihan kalau saja bayaran dan fasilitas yang didapatkan seimbang dan layak. Gaji cukup, fasilitas kesehatan, jaminan hari tua, dan tunjangan-tunjangan yang didapatkan karyawan dan PNS itu juga didapatkan oleh para petugas kebersihan. Dengan naiknya Bapak Ahok sebagai gubernur, saya harap kseejahteraan para pahlawan kebersihan Jakarta ini bisa lebih diperhatikan. Mungkin tidak hanya tanggung jawab Bapak Ahok, tapi juga seluruh lapisan masyarakat yang merasakan betapa berjasanya pra pahlawan ini. Hargai mereka, bayar mereka sepantasnya.




"Although he works with rubbish, he deserves to be treated with respect. He may be a bin man but he is still a human being."

Friday, August 2, 2013

Charity Event Part 2...


Charity Event Part 2...

Kamis,1 agustus '13
"Garage Sale"

Hai..senang sekali ingin bercerita tentang kelanjutan charity event kita. Hari ini kita mengadakan garage sale di kelas. Anak-anak sangat antusias dalam menyortir barang-barang mulai dari baju anak - anak, baju dewasa, buku, tas, sepatu dan mainan. 







Kita mengundang semua karyawan untuk membeli. Anak-anak senang sekali berpartisipasi dan antusias menjual barang-barang dagangannya.." Kalian hebat !"

Jum'at, 2 Agustus '13

Hari ini kita melanjutkan garage sale kedua. Anak-anak pun masih bersemangat menjajakan dagangan mereka. Dan tidak sia-sia, kita berhasil mengumpulkan dana sumbangan lumayan besar. Hasil sumbangan murid ditambah hasil penjualan garage sale totalnya 1.720.000, diserahkan kepada PIC yang akan diserahkan kepada yayasan " Yakin " Yayasan anak yatim dan anak miskin " beralamat di Pasar Minggu diwakilkan oleh anak-anak 2-3 H.

 
We're so proud of your hardwork guys..!

 Terima kasih kami ucapkan juga kepada orang tua yang memberi dukungan dan yang sudah membantu anak-anak kita dalam mensukseskan charity event ini. 

Happy holiday...
Fernando and Nuni












Wednesday, July 31, 2013

Charity Event Part 1...

Salam hangaaaaaaat..... ^^

Apa kabar? Semoga semua baik-baik saja dan selalu dalam lindungan Allah SWT, amiinn.. :)

Selamat ulang tahun untuk Putri yang ke delapan pada tanggal 30 Juli hari ini. Dan selamat ulang tahun yang ke delapan juga kepada Farrell pada tanggal 1 Agustus. Semoga kalian bisa meraih apa yang kalian inginkan.  :D

Minggu ini sekolah Highscope mengadakan kegiatan amal. Kegiatan ini ditujukan untuk menumbuhkan rasa empati murid-murid Highscope terhadap orang-orang di sekitar mereka yang membutuhkan bantuan. Seperti yang sudah dibicarakan di posting terdahulu, pada hari Jumat minggu lalu, kami dan murid-murid sudah berdiskusi tentang cara-cara yang mereka akan lakukan untuk menggalang donasi. Mereka mengemukakan tiga cara, yaitu:
  • Mengumpulkan barang bekas layak pakai (baju, tas, buku, etc) yang akan di jual di garage sale
  • Bekerja di rumah (memijat, membantu orang tua, etc) untuk mendapatkan uang yang nantinya akan disumbangkan.
  • Mendonasikan sebagian uang saku mereka
Sampai tadi siang, kami sudah menerima banyak donasi berupa pakaian yang masih layak digunakan dan uang dari sebagian anak-anak 2-3 H. Mereka sangat antusias sekali untuk membantu. Semoga amal baik yang mereka lakukan saat ini akan terus mereka lakukan sampai kapanpun. ^^

Ada banyak kegiatan yang anak-anak lakukan di minggu amal ini, seperti:

SENIN, 29 JULI, 2013

Pada hari pertama minggu amal, murid-murid menonton video tentang kemiskinan yang ada di sekitar mereka. Mereka tertegun melihat gambar-gambar kemiskinan yang ada di video.

 Anak-anak menyimak video yang diputarkan

Saat diskusi, ternyata banyak dari mereka yang tidak menyadari bahwa kemiskinan yang mereka lihat itu ada di sekitar mereka. Kami menjelaskan kepada anak-anak bahwa orang-orang yang mereka lihat di video adalah orang-orang yang kurang beruntung (kami menyebutnya the unfortunate people ke anak-anak) dan mereka sangat membutuhkan bantuan. Lalu kami juga mengajak anak-anak untuk merefleksikan bagaimana kehidupan mereka berbeda dengan orang-orang yang ada di video agar mereka bersyukur atas kemudahan dan kelebihan yang Allah berikan kepada mereka. 

SELASA, 30 JULI, 2013

Pada pelajaran Social Studies dan Bahasa Indonesia, murid-murid membuat poster tentang cara yang bisa mereka lakukan untuk menolong orang yang membutuhkan.Mereka berdiskusi dalam kelompoknya lalu bekerja bersama-sama untuk menyelesaikan poster yang diminta.

RABU, 31 JULI, 2013

Tadi pagi, sekolah Highscope mengundang anak-anak dari panti asuhan YAKIN (Yayasan Anak Yatim dan Fakir Miskin) dari daerah Pasar Minggu sebagai pembicara di kegiatan minggu amal. semua murid 2-3 berkumpul di MPH untuk mendengarkan apa yang akan disampaikan oleh sang pembicara. Dari panti asuhan tersebut, datang sekitar 10 anak berpakaian muslim dan seorang guru pendamping. Sang guru menjelaskan keadaan di panti asuhan sambil memperlihatkan foto-foto di panti tersebut. Anak-anak menyimak dengan seksama penjelasan yang diberikan. Tak ada satupun yang berbicara dengan temannya (saya sampai takjub hehe).

serius..serius..serius.. :)

Saat dibuka sesi tanya jawab, Rayyan, salah satu murid di kelas 2-3 H, mengajukan pertanyaan "Ada berapa sih anak-anak yatim yang ada di panti?". Ibu guru dari YAKIN lalu menjelaskan jumlah anak yatim dan fakir miskin yang bersekolah di sana. Pertanyaan dari Rayyan kontan memotivasi anak-anak yang lain untuk bertanya. Namun karena keterbatasan waktu, jumlah pertanyaan dibatasi hanya satu pertanyaan dari setiap kelas. Setelah itu anak-anak mendengarkan permainan rebana yang dibawakan oleh anak-anak dari panti asuhan tersebut. Mereka sangat takjub melihat keharmonisan anak-anak dari YAKIN bermain rebana. Sampai ada yang bilang ke saya, "aku mau ikut extended enrichment itu miss, ada ngga miss?"' ;D

Anak-anak lalu kembali ke kelas dengan pengalaman yang baru, bertemu dengan anak-anak sebaya mereka yang kehidupannya sangat jauh berbeda dengan yang mereka alami. Di kelas, kami lalu membahas apa saja yang mereka dapatkan dari pembicara tadi. Banyak dari anak-anak yang bilang kasihan dengan mereka dan akan membantu sebisanya. Tidak lupa kami mengajak anak-anak untuk selalu bersyukur dengan apa yang Allah sudah berikan kepada mereka. Pada jam bahasa Indonesia, anak-anak membuat tulisan tentang tamu dari panti asuhan tadi, apa yang bisa mereka lakukan, dan bagaimana cara mereka bersyukur kepada tuhan. 

Itulah kegiatan di tiga hari pertama anak-anak 2-3 H di minggu amal. Masih ada dua hari lagi kegiatan yang akan mereka lakukan, termasuk mengadakan garage sale dan menyerahkan sumbangan dari kelas kami. Terus pantau blog kelas kami untuk membaca update part 2. ^_____^

Selamat beristirahat :)